Akhir cerita di 109



Akhir cerita di 109
Inspired by @sonyapandr


Hai sebelumnya perkenalkan, aku seorang gadis kelas 3 SMA, namaku Sonya Pandarmawan (sonya). Di sekolah aku duduk sebangku dengan Jessica Vania (jeje) yang juga dia adalah sahabatku selama hampir 2 tahun. Kami berdua adalah mantan member JKT48 yang telah graduate dengan alasan berbeda, kalau aku karena ingin menjalin sebuah hubungan khusus (pacaran) dengan seorang cowok bernama James Lallo. Tapi bagiku tidak masalah, karena aku sangat mencintai nya sampai aku berkorban untuk meninggalkan JKT48 demi dia. Dan kedua orang tua ku pun menjodohkan ku dengan James, tinggal tunggu waktunya saja untuk menikah hehe, dan aku dan James pun menjalin hubungan berpacaran. Dan kalau jeje karena katanya sekarang dia ingin fokus main film.

Pagi itu aku bergegas menuju sekolah, dan di pagi itu orang tua James sempat menitip pesan kepadaku untuk menjaga nya karena pagi itu juga kedua orang tua James akan pergi keluar kota kurang lebih 1 bulan lamanya. Tiba aku disekolah, saat itu aku sangat kesepian karena sejak kemarin James tidak memberiku kabar, dan saat disekolah sahabatku (jeje) tidak masuk sekolah. Huftt sepi deh gaada Jeje, ucapku.

Sepulang dari sekolah, ditengah perjalanan hujan deras pun mengguyur dan membasahiku. Dan saat itu aku pun mulai mencari tempat untuk berteduh, tidak sengaja saat itu aku sedang berada dekat dari rumah James, dan ditengah hujan aku berlari sampai kerumahnya untuk berteduh sekalian ingin bertemu dengan nya karena aku kangen dia dan dia tidak memberiku kabar selama 2 hari. Sesampainya disana aku mengetuk pintunya tetapi tidak ada respon sama sekali, selama kurang lebih 10 menit aku mengetuknya tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Pikirku dia sedang tidak ada dirumahnya.

Dan kucoba untuk menelpon nya dan katanya dia sedang tidak ada dirumah. Tapi entah kenapa firasat ini berkata kalau dia ada di dalam, dan tangan ini sangat nekat sampai aku pun membuka pintunya dan ternyata tidak terkunci. Akupun bingung dan langsung mendengar ada sebuah suara dari kamar James, akupun menghampiri kamarnya dengan rasa penasaran dan langsung membuka pintu kamarnya tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Dan disini... akupun melihatnya sedang berdua dengan wanita lain. Wanita itupun membalik wajahnya dan masuk dalam selimut untuk menutupi wajahnya. Aku sangat shock sampai mengeluarkan air mata tanda sakit hati sambil berkata "Dia ini perempuan mana? Siapa dia? Beritahu!". dan akupun tidak bisa menahan nya lagi, dia yang sudah berbohong dan ternyata dia sedang berdua dikamar dengan wanita lain. air mata ini mulai berjatuhan, aku menangis dengan apa yang terjadi sekarang, dan membuatku merasakan sakit yang amat dalam. Keluar aku dari kamarnya, kumulai bergegas keluar rumahnya, padahal diluar sana hujan sangat deras.

Tanpa membawa payung, akupun lari keluar ditengah hujan, aku ingin hujan menghapus air mataku ini. Di tengah perjalanan entah kemana aku melihat orang-orang yang melihatku dengan rasa kasihan, tetapi bagiku mereka tidak akan bisa mengerti dan memahami keadaanku. karena yang kucari hanyalah Jeje, karena aku hanya bisa menceritakan ini kepada Jeje sahabatku sendiri, dan bagiku hanya dia yang bisa mengerti dan memahamiku. Berlari ku hingga aku pun tak tau berada dimana sekarang.

Bagiku aku tersesat di jalan yang asing, sama seperti cintaku yang membingungkan dan bagai tersesat di jalan yang asing. Aku yang merasa sepi dan sendirian bingung harus pergi kemana sekarang. Aku yang menggenggam erat handphoneku dan akupun siap menunggu sms atau telpon dari James yang meskipun aku tahu itu alasan yang akan diutarakan nya hanyalah dusta. Tapi sms atau telpon darinya pun tak kunjung datang dan aku sudah merasa tidak dipedulikan lagi. Saat itu kembali menembus hujan menuju ke sekolah untuk mengambil sebuah buku, di tengah jalan menuju sekolah sambil meneteskan air mata yang tak kunjung habis, aku bertemu teman-temanku dan dia mulai bertanya kenapa diriku? Aku pun menceritakan kejadian tadi dan semua temanku pun bilang kalau aku selama ini telah dipermainkannya. Aku pun tidak ingin berbicara lagi, dan akupun langsung pergi dari teman-temanku dan pergi entah kemana. Sampai aku berada disuatu tempat yang sepi. Orang-orang di sekitarku pun bingung melihatku yang sedang sedih berada di tempat yang sepi ini.

Bagiku cinta dihatiku ini bagaikan kegelapan labirin, akupun ingin mencari cahayanya yang berarti aku harus bisa keluar dari kesedihanku ini.
Terus ku berjalan tanpa arah, di tengah perjalananku sambil melamun akupun menaiki tanjakan yang landai. Saat ku sadar, aku telah sampai disebuah pusat perbelanjaan "109". Aku melihat banyak baju yang sedang trend disana. Aku pun flashback karena "109" adalah tempat dimana aku sering berbelanja dengan pacarku.

Sampai aku di ujung tanjakan itu, rasanya ingin melompat untuk bunuh diri, tapi hati ini masih bisa menahan nya. Dibelakangku ada suara mobil yang datang, akupun melihat kebelakang dan ternyata James keluar dari mobil itu bersama Jeje sahabatku, akupun bingung dan jeje mengatakan padaku "Nya, gue minta maaf banget ya, wanita yang tadi dikamar James tadi itu adalah aku" jelas jeje dengan wajah kecewa nya. Akupun meneteskan air mata dan hanya bisa tersenyum :) dan mulai berkata "Jujur aku masih bisa menerima meskipun itu sakit kalau James berada dikamar berdua dengan wanita lain, tapi yang aku gabisa terima wanita itu adalah kamu Je, kamu yang sahabatku sendiri :')" ucapku. Jeje pun menangis dan menyesali perbuatan nya dan dia menjelaskan bahwa disini semuanya salahnya "Aku yang selama ini berusaha merebut James tanpa sepengetahuanmu dan James juga tidak menceritakan nya kepada mu supaya dia tidak ingin kalau kamu tau aku(sahabatmu) bertindak sebodoh ini, aku telah mencoba berbagai cara hingga James takluk padaku dan bisa berbuat hal bodoh tadi. Sonya, apakah kau akan memaafkanku dan masih mau menjadi sahabatku?:')" tanya Jeje. Dan Sonya pun hanya berkata "Terima kasih Je, terima kasih sahabat. Terima kasih telah membuatku kecewa, dan selamat tinggal kalian berdua :')" kata Sonya sambil tersenyum dan langsung berlari terjun melompati tanjakan itu.

Ini sangat diluar dugaan, sonya terjun dari sebuah tanjakan yang tinggi dan sudah pasti nyawa nya tidak bisa terselamatkan. Jeje dan James melihat sonya dari atas tanjakan dan hanya bisa menangis melihat kepala Sonya yang penuh darah dibawah sana.

TAMAT~~~

By : Arief Awwalin/@ariefawwalin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar